ASKEB KOMUNITAS
ASUHAN
KEBIDANAN KOMUNITAS
PADA
NY N 31 TAHUN G2P1001 UK 30 MINGGU DENGAN KSPR 10
DI DESA ADAN-ADAN KECAMATAN GURAH
KABUPATEN KEDIRI
LANDASAN
TEORI
1. Pengertian
Keluarga
Keluarga adalah kelompok atau
kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat
yang terkecil dan tidak selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau
ikatan-ikatan lain, mereka hidup bersama dalam satu rumah dan di bawah asuhan
kepala keluarga dan makan dari satu periuk (Subdit Perawatan Masyarakat Depkes
RI, 1983, Effendy, 1995: 175).
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul
dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan
(Effendy, 1995: 175).
Keluarga adalah dua atau lebih dari
dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau
pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama
lain, dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan
kebudayaan (Bailon, 1989, Effendy, 1995: 175)
Dari ketiga batasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
keluarga adalah :
1. Unit terkecil masyarakat
2. Terdiri dari dua orang atau lebih
3. Hidup dalam satu rumah tangga
4. Dibawah asuhan kepala rumah tangga
5. Berinteraksi diantara sesama anggota
keluarga
6. Setiap anggota keluarga menjalankan
perannya masing-masing
7. Menciptakan, mempertahankan suatu
kebudayaan
2.
Struktur
Keluarga
Struktur keluarga menurut Effendy
(1995: 33), diantaranya:
1. Patrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri
dari sanak saudara dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui
jalur garis ayah.
2. Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri
dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun
melalui garis ibu.
3. Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang
tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4. Patrilokal
Adalah sepasang suami istri yang
tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5. Keluarga kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai
dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian
keluarga karena adanya hubungan suami / istri.
3.
Tipe
Keluarga
Menurut Effendy
(1995: 177) tipe keluarga adalah sebagai berikut :
1. Keluarga inti (Nuclear Family)
Adalah keluarga yang terdiri dari
ayah, ibu, dan anak-anak.
2. Keluarga Besar (Extended Family)
Adalah keluarga inti ditambah dengan
sanak saudara misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi,
dsb.
3. Keluarga Berantai (Serial Family)
Adalah keluarga yang terdiri dari
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga
inti.
4. Keluarga duda/ janda
(Single Family)
Adalah keluarga yang
terjadi karena perceraian / kematian.
5. Keluarga berkomposisi (Composite)
Adalah keluarga yang
perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6. Keluarga kabitas
(Cohabitation)
Adalah dua orang
menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
4.
Tugas
Keluarga
Menurut Effendy (1995:181) delapan
tugas pokok keluarga adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan
fisik keluarga dan para anggotanya
2. Pemeliharaan tugas, sumber-sumber daya yang ada dalam
keluarga
3. Pembagian tugas masing-masing
anggotanya sesuai dengan kedudukan masing-masing
4. Sosialisasi antara anggota keluarga
5. Pengaturan jumlah anggota keluarga
6. Pemeliharaan ketertiban anggota
keluarga
7. Penempatan anggota-anggota keluarga
dalam masyarakat yang lebih luas
8. Membangkitkan
dorongan dan semangat para anggota keluarga
Freeman (1981) membagi
5 tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga yaitu :
1. Mengenal
gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya.
2. Mengambil
keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3. Memberikan
keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu
dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda
4. Mempertahankan
suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian
anggota keluarga.
5. Mempertahankan
kesehatan yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik akan fasilitas-fasilitas
kesehatan.
Menurut Effendy (1995:181) delapan
tugas pokok keluarga adalah sebagai berikut :
1. Pemeliharaan
fisik keluarga dan para anggotanya
2. Pemeliharaan tugas, sumber-sumber
daya yang ada dalam keluarga
3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan
kedudukan masing-masing
4. Sosialisasi antara anggota keluarga
5. Pengaturan jumlah anggota keluarga
6. Pemeliharaan ketertiban anggota
keluarga
7. Penempatan anggota-anggota keluarga
dalam masyarakat yang lebih luas
8. Membangkitkan
dorongan dan semangat para anggota keluarga
Freeman (1981) membagi
5 tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga yaitu :
1. Mengenal
gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya.
2. Mengambil
keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3. Memberikan
keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu
dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda
4. Mempertahankan
suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian
anggota keluarga.
5. Mempertahankan
kesehatan yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik akan fasilitas-fasilitas
kesehatan.
LANDASAN TEORI
I.
Kehamilan Resiko Tinggi
a. Pengertian
Adalah keadaan yang dapat
mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi.
(Manuaba, 1998)
Kehamilan resiko tinggi merupakan
suatu kehamilan yang memiliki resiko besar dari kehamilan biasanya, baik ibu
maupun janinnya bisa terjadi kematian sebelum dan sesudah persalinan.
(http://www.medicastore.com)
b. Faktor-faktor
Penyebab
Yang
termasuk ke dalam faktor penyebab terjadinya kehamilan resiko tinggi pada
seorang ibu hamil adalah:
-
Faktor Non-medis :
Diantaranya adalah kemiskinan, ketidaktahuan, adat,
tradisi, kepercayaan, status gizi buruk, status ekonomi rendah, kebersihan
lingkungan, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara teratur, fasilitas dan
sarana kesehatan yang serba kekurangan.
-
Faktor Medis
Meliputi penyakit-penyakit ibu dan janin, kelainan
obstetrik, gangguan plasenta, gangguan tali pusat, komlokasi janin, penyakit
neonatus, dan kelainan genetik.
c. Kriteria
Kehamilan Resiko Tinggi
Menurut Kartu Skor Puji Rohyati kehamilan resiko
tinggi dibagi menjadi:
1. Terlalu muda hamil I ≤16 Tahun
2. Terlalu tua hamil I ≥35 Tahun
3. Terlalu lambat hamil I kawin ≥4
Tahun
4. Terlalu lama hamil lagi ≥10 Tahun
5. Terlalu cepat hamil lagi ≤ 2 Tahun
6. Terlalu banyak anak, 4 atau lebih
7. Terlalu tua umur ≥ 35 Tahun
8. Terlalu pendek ≥145 cm
9. Pernah gagal kehamilan
10. Pernah melahirkan dengan
a. terikan
tang/vakum
b. uri dirogoh
c. diberi infus/transfusi
d. Pernah operasi sesar
11. Penyakit pada ibu hamil
a. Kurang Darah
b. Malaria
c. TBC Paru
d. Payah Jantung
e. Kencing
Manis (Diabetes)
f. Penyakit Menular Seksual
12. Bengkak pada
muka / tungkai dan tekanan darah tinggi.
13. Hamil kembar
14. Hydramnion/kembar air
15. Bayi mati dalam kandungan
16. Kehamilan lebih bulan
17. Letak sungsang
18. Letak Lintang
19. Perdarahan dalam kehamilan ini
20. Preeklampsia/kejang-kejang
II.
Persalinan dengan Vakum Ekstraksi
a. Pengertian
Vakum ekstraksi adalah suatu
persalinan buatan, janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vacum) di
kepalanya. (Kapita Selekta Kedoteran Jilid 1)
Vakum ekstraksi adalah suatu
persalinan buatan dengan prinsip antara kepala janin dan alat penarik mengikuti
gerakan alat vakum ekstraktor. (Sarwono, Ilmu Kebidanan)
Vakum
ekstraksi adalah tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran
dengan sinergi tenaga mengejan ibu dan ekstraksi pada bayi. (Maternal dan
Neonatal)
b. Indikasi
Indikasi dapat dilakukan vakum ekstraksi yaitu
apabila :
a. Indikasi
Ibu:
-
Power ibu menurun
Ditandai dengan frekuensi his semakin menurun, nadi
cepat di atas 100x/menit, nafas cepat > 40x/menit.
-
Decom tingkat 1
Ditandai dengan sesak nafas yang dialami ibu setelah
mengejan.
-
Tekanan darah naik
Ditandai dengan ibu pusing, dan kenaikan tekanan
sistole dan diastole.
-
Tidak kuat mengejan
Ditandai
dengan penurunan kepala janin yang statis, saat ibu mengejan dua kali
kepala janin tidak mengalami penurunan.
-
Adanya kenaikan suhu
Ditandai dengan kenaikan suhu yang lebih dari normal
> 37,5 derajat celcius.
b. Indikasi
Janin:
Gawat janin yang ditandai dengan meningkatnya DJJ
>160x/menit
c. Indikasi
waktu :
Kala II memanjang yang ditandai dengan persalinan
kala II > 2 jam pada primigravida, dan persalinan kala II > 1 jam pada
multigravida.
c. Kontraindikasi
-
Pada ibu :
Ibu yang menderita ruptur uteri, ibu yang tidak
boleh mengejan, serta ibu yang menderita CPD.
-
Pada janin
Terdapat malpresentasi kepala janin (dahi, muka,
bokong, puncak kepala), bayi prematur
d. Syarat-syarat
Adapun syarat-syarat dilakukan vakum ekstraksi yaitu
:
-
Pembukaan lengkap atau hampir lengkap
-
Janin cukup bulan/tidak prematur
-
Ibu tidak mengalami kesempitan panggul
(disproporsi sefalo pelvik)
-
Janin masih hidup
-
Penurunan HIII atau sudah berada di
dasar panggul
-
Kontraksi baik
-
Ibu kooperatif dan masih mampu mengejan
-
Ketuban sudah pecah atau dipecahkan
III.
Kesempitan Panggul Relatif
Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan
ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat
keluar melalui vagina. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit,
janin yang besar ataupun kombinasi keduanya.
Disproporsi
sefalopelvik dapat berupa absolut atau relatif. Disproporsi sefalopelvik
absolut apabila janin sama sekali tidak akan dengan selama dapat melewati jalan
lahir. perbedaan
antara kepala janin dengan panggul ibu sedemikian rupa sehingga menghalangi
terjadinya persalinan per vaginam dalam kondisi optimal sekalipun.
Disproporsi sefalopelvik relatif terjadi apabila faktor-faktor lain ikut
berpengaruh. Dapat diakibatkan oleh besar janin, kelainan letak,
kelainan posisi atau kelainan defleksi sedemikian rupa sehingga menghalangi
persalinan per vaginam.
Di antara faktor-faktor tersebut di atas
yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya
ukuran-ukuran panggul, karena itu ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk
meramalkan jalannya persalinan.
-
Kesempitan panggul absolut
Memiliki ukuran CV
(Conjugata Vera) < 8,5 cm. Persalinan dilakukan secara SC primer.
-
Kesempitan panggul relatif
Memiliki ukuran CV
antara 8,5 sampai dengan 10 cm. Hasil persalinannya tergantung oleh beberapa
faktor, yaitu :
a. Riwayat
persalinan yang lampau
b. Besarnya,
presentasi, dan posisi anak
c. Pecahnya
ketuban sebelum waktunya memburukkan prognosa
d. His
yang adekuat
e. Lancarnya
pembukaan
f. Infeksi
intrapartum
g. Bentuk
panggul dan derajat kesempitannya
Karena
banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul sempit relatif,
maka dilakukan persalinan percobaan.
ASUHAN
KEBIDANAN PADA KELURGA
3.1 PENDATAAN
Anamnesa dilakukan
tanggal 10 September 2014 Oleh
Fajar Indah Rizqiani
Dusun Adan-adan Desa
Adan-adan Kecamatan Gurah Kediri Pukul15.00
A.
Struktur dan sifat keluarga
a. Identitas
Keluarga
Nama Kepala Keluarga : Suyitno
Umur :
32 tahun
Agama :
Islam
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : ± 500.000/bulan
Alamat :
Rt/Rw 01/01 Dsn Adan-adan
b. Susunan
Keluarga
|
No.
|
Nama Anggota Keluarga
|
Umur
|
Jenis Kelamin
|
Hub dengan KK
|
Pendidikan
|
Pekerjaan
|
Agama
|
Status
|
||
|
L
|
P
|
Kawin
|
Tidak kawin
|
|||||||
|
1.
2.
3.
|
Suyitno
Ninik S.
M. Wildan
|
32 th
31 th
6 th
|
L
L
|
P
|
Kepala Keluarga
Istri
Anak
|
SMA
SMA
Belum tamat SD
|
Swasta
Swasta
-
|
Islam
Islam
Islam
|
Kawin
Kawin
|
Tidak Kawin
|
c. Bentuk
Keluarga : Keluarga inti
d. Pemegang
kekuasaan dalam keluarga :
Kepala Keluarga
e. Hubungan
antar anggota keluarga : Harmonis
f. Kegiatan
hidup dalam sehari-hari :
Kepala keluarga bekerja sebagai
pekerja swasta
|
No
|
Nama
anggota keluarga
|
Kebiasaan
tidur
|
Kebiasaan
makan
|
Penggunaan
waktu senggang
|
|
1.
2.
3.
|
Suyitno
Ninik
S.
M.
Wildan
|
6-8
jam/hari setiap malam.
Tidur
6-8 jam/hari setiap malam, tidur siang sekitar 1-2 jam/hari
Tidur
sekitar 8 jam/hari setiap malam, dan tidur siang sekita 1-2 jam namun tidak
setiap hari
|
Makan
3x sehari dengan makan pokok beras, lauk, sayur
Makan
3x sehari dengan makan pokok beras, lauk, sayur
Makan
3x sehari dengan makanan pokok beras, lauk, sayur
|
Tidur
Waktu
senggang digunakan untuk nonton TV, tidur, berkunjung ke rumah tetangga
Waktu
senggang untuk bermain dengan teman, mengerjakan PR, dan belajar
|
B. Sosial
Budaya dan Ekonomi Keluarga
|
No
|
Nama anggota keluarga
|
Pekerjaan
|
Penghasilan
|
Peran dalam keluarga
|
|
1.
2.
3.
|
Suyitno
Ninik S.
M. Wildan
|
Swasta
Swasta
-
|
± Rp 500.000/bulan
-
-
|
Pencari nafkah
Istri
Anak
|
C. Lingkungan
a. Keadaan
rumah : Rumah permanen,
tembok, lantai cukup bersih
b. Sumber
air minum : Sumur gali
c. Pembuangan
sampah : Kubangan dan dibakar
d. Pembuangan
tinja : WC jongkok
e. Kandang
ternak : Tidak ada
D. Keadaan
Kesehatan Keluarga
|
No.
|
Nama Anggota
Keluarga
|
Riwayat
kesehatan
|
Keadaan gizi
|
KB
|
Imunisasi
|
Riwayat
persalinan
|
|
1.
2.
3.
|
Suyitno
Ninik S.
M. Wildan
|
Sehat
Sehat
Sehat
|
Cukup
Cukup
Cukup
|
-
-
-
|
-
-
Lengkap
|
-
Vakum ekstraksi
-
|
E. Pemanfaatan
Fasilitas Kesehatan
-
Memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti
Puskesmas apabila ada anggota keluarga yang sakit
-
Memeriksakan kehamilan ke BPS
F.
Program Kesehatan Ibu dan Anak
-
Keikutsertaan posyandu
ASUHAN
KEBIDANAN IBU HAMIL
1. PENGKAJIAN
1.1 Pengkajian
Data
1.1.1
Identitas klien
Nama klien : Ninik S Nama
suami : Suyitno
Umur :
31 th Umur : 32 th
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/bangsa
: Jawa/Indonesia
Pekerjaan : Swasta Pekerjaan
: Swasta
Penghasilan : - Penghasilan
: ± 500.000/bulan
Pendidikan : SMA Pendidikan
: SMA
Alamat :
Rt/Rw 01/01 Alamat : Rt/Rw 01/01 Dsn
Dsn Adan-adan Adan-adan
1.1.2
Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
1.1.3
Riwayat menstruasi
Menarche :
12 tahun
Siklus haid : 28 hari (teratur/tidak
teratur)
Lama :
5-7 hari
Banyak darah : 3-5 x ganti pembalut
Konsistensi : Cair
Warna :
Merah darah
Disminorea : Ya (sebelum/selama/sesudah
haid)
Flour albus : Tidak
Warna : - Bau
: - Gatal : -
HPHT :
7 – 02 – 2014
TP :
14 – 11 – 2014
1.1.4
Status perkawinan
Kawin :
Kawin
Lama kawin : 8 tahun
1.1.5
Riwayat kehamilan, persalianan, dan
nifas yang lalu
|
No
|
Tempat
|
Persalinan
|
Nifas
|
Anak
|
KB
|
KET
|
|||||||
|
Umur
|
Penyulit
|
Penol
|
Jenis
|
Tmpt
|
Penyul
|
Penyul
|
JK
|
TB/BB
|
Menyusui
|
H/M
|
|||
|
1.
2.
|
9 bulan
Hamil ini
|
Tidak ada
|
dokter
|
Vakum ekstraksi
OD
|
RS
|
CPD Relatif
|
Tidak ada
|
L
|
50/ 2,7
|
Ya
|
H
|
Suntik
|
2 th
|
1.1.6
Riwayat kehamilan sekarang
-
Hamil yang ke 2 dengan usia kehamilan 7
bulan
-
Gerak janin aktif
-
Imunisasi TT T2 di Bidan tanggal
-
Keluhan yang dirasakan saat hamil :
TM I :
Mual dan muntah
TM II :
Tidak ada
TM III :
Tidak ada
1.1.7
Riwayat KB
KB Suntik
1.1.8
Riwayat kesehatan keluarga
Keturunan kembar : Tidak ada
Penyakit keturunan : Tidak ada
Penyakit keturunan dalam keluarga :
Tidak ada
1.1.9
Riwayat kesehatan yang lalu
Penyakit menahun : Tidak ada
Penyakit menurun : Tidak ada
Penyakit menular : Tidak ada
1.1.10 Keadaan
psikososial dan dukungan keluarga
-
Kehamilan ini diharapkan/tidak :
Ibu ingin menambah jumlah anak
-
Harapan :
Perempuan
-
Penolong :
Dokter
1.1.11 Pola
kebiasaan sehari-hari
a. Pola
nutrisi
Sebelum hamil : 3x sehari porsi sedang (nasi, sayur, lauk)
Selama hamil : 3x sehari porsi sedang (nasi, sayur, lauk)
Masalah :
Ibu mengatakan tidak ada masalah
b. Pola
eliminasi
Sebelum hamil : 3x sehari
Selama hamil : 5-6x sehari
Masalah :
Ibu mengatakan tidak ada masalah
c. Pola
istirahat tidur
Sebelum hamil : siang : - malam : 5-6 jam
Selama hamil : siang : 1-2 jam malam : 6-7 jam
Masalah :
Ibu mengatakan tidak ada masalah
d. Pola
seksualitas
Sebelum hamil : Tidak dikaji
Selama hamil : Tidak dikaji
Masalah :
Tidak dikaji
e. Pola
aktivitas
Sebelum hamil :
Bekerja, mengerjakan pekerjaan rumah tangga
(memasak, menyapu, mencuci)
Selama hamil : Mengerjakan pekerjaan rumah
tangga
(memasak, menyapu, mencuci)
f. Perilaku
Kesehatan
Penggunaan obat/jamu/rokok,dll
sebelum hamil : tidak pernah
Penggunaan obat/jamu/rokok,dll
selama hamil : obat, vit dari
Bidan
Personal hygiene :
Mandi 2x sehari, gosok gigi 2x/hari,
keramas 3x/minggu, ganti pakaian tiap
hari
1.2 Data
Subyektif
1.2.1
Pemeriksaan umum
Kesadaran : Composmentis
TD :
110/70 mmHg
S :
36,0 ⁰C
N :
88x menit
RR :
24x menit
BB sebelum: 44 kg BB sekarang : 48 kg
TB :
147 cm
LILA :
23,5 cm
1.2.2
Pemeriksaan khusus
a. Inspeksi
Kepala :
Bentuk kepala normal, rambut hitam, bersih
Muka :
Kelopak mata tidak oedema, conjunctiva normal
berwarna merah
muda, sklera normal berwarna putih
Mulut :
Bentuk mulut normal, bibir lembab, berwarna merah
muda, lidah bersih
Gigi :
Bersih, tidak ada karies
Hidung :
Bersih, tidak ada sekret
Telinga :
Simetris ka/ki, bersih, tidak ada serumen
Leher :
Tidak ada pembesaran vena jugularis, kelenjar tyroid,
kelenjar getah bening
Dada :
Simetris ka/ki, ada pembesaran payudara,
hiperpigmentasi pada areola, papilla menonjol,
kebersihan baik, keluaran ka/ki
Perut :
Striae : Ada
Linea :
Ada, linea nigra
Anogenetalia : Tidak dikaji
Ekstremitas atas dan bawah : Atas dan bawah tidak
oedema, tidak ada
varises, tidak ada kekakuan sendi
b. Palpasi
Leher :
Tidak ada pembesaran vena jugularis, kelenjar tyroid,
dan kelenjar getah bening
Dada : tidak ada benjolan tumor pada
payudara, kolostrum
belum keluar
Perut :
Tidak ada pembesaran lien/hepar
Leopold I :
TFU : 3 jari di atas pusat
Bagian fundus teraba bulat, lembek (bokong)
Leopold II : Bagian kanan teraba keras, memanjang
(punggung)
Bagian kiri teraba bagian terkecil janin
Leopold III : Bagian terendah teraba bulat, keras,
melenting
(presentasi kepala)
Bagian terendah janin belum masuk PAP
Leopold IV : Tidak dilakukan
Mc. Donald : 26 cm
c. Auskultasi
DJJ :
142x/menit, kuat, frekuensi teratur, punctum maksimum
punggung kanan (puka)
d. Perkusi
Reflek patella ka(+)/ki (+)
1.2.3
Pemeriksaan dalam
Tidak dilakukan
1.2.4
Pemeriksaan penunjang
a. Darah
: Hb :
Golda :
b. Urin :
2. ANALISA
DATA
-
Masalah yang muncul
Ny. N 31 tahun G2P1001 UK 30 minggu,
tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan jalan lahir normal, dengan KSPR 10
-
Faktor penyebab
Ibu hamil dengan riwayat persalinan pemberian
oksitosin drip dan vakum ekstraksi
3.
RUMUSAN MASALAH
Hasil
analisa data ditemukan masalah :
Ny.
N 31 tahun G2P1001 UK 30 minggu, tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan
jalan lahir normal, dengan KSPR 30
Prioritas
masalah :
|
No.
|
Kriteria
|
Perhitungan
|
Skor
|
Pembenaran
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Sifat Masalah
Kemungkinan
masalah dapat diatasi
Potensi
Masalah
Menonjolnya
Masalah
|
|
|
|
4. PERENCANAAN
DAN TINDAKAN
|
Masalah kesehatan
|
Masalah
|
Sasaran
|
Tujuan
|
Rencana
|
|
Ibu hamil dengan
resiko tinggi
|
Ibu hamil dengan
riwayat persalinan vakum ekstraksi
|
Ibu hamil
|
Setelah diberikan
asuhan kebidanan diharapkan kondisi
ibu dan janin baik, serta persalinan ibu dapat berjalan normal.
|
1.
Bina hubungan baik dengan ibu dan
keluarga
R/ : Dengan membina
hubungan baik maka dapat menimbulkan rasa percaya sehingga memudahkan pemberian
asuhan.
2.
Beritahukan kondisi ibu dan janin
R/ : Dengan
memberitahukan kondisi ibu dan janin maka ibu dapat memahami dengan baik
kondisinya serta janinnya.
3.
Beri penjelasan kepada ibu
mengenai kehamilan resiko tinggi
R/ : Dengan memberi
penjelasan pada ibu maka ibu dapat memahami tentang kehamilan beresiko tinggi
4.
Anjurkan ibu hamil untuk ANC
secara teratur
R/ : Dengan melakukan
ANC secara teratur dapat mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan
5.
Anjurkan ibu untuk mencukupi
kebutuhan nutrisinya.
R/ : Dengan mencukupi
kebutuhan nutrisinya maka kondisi ibu dan janin tetap baik
6.
Ajarkan ibu senam hamil
R/ : Dengan
mengajarkan ibu senam hamil dapat melatih otot-otot yang berguna untuk
persalinan serta menjaga kondisi ibu hamil tetap bugar
7.
Lakukan kolaborasi dengan dokter
Sp.OG untuk rencana persalinan klien
R/ : Dengan melakukan
kolaborasi maka persalinan ibu dapat berjalan dengan aman dan lancar
|
5. IMPLEMENTASI
(Rabu, 10 September 2014 pukul 15.30)
1. Membina
hubungan baik dengan ibu dan keluarga:
-
Menyapa ibu dengan ramah dan sopan
-
Mendengarkan keluhan ibu
2. Memberi
penjelasan kepada ibu mengenai kehamilan resiko tinggi
-
Menjelaskan pengertian kehamilan resiko
tinggi
-
Menjelaskan kriteria kehamilan resiko
tinggi
-
Menjelaskan tentang Kartu Skor Puji
Rohyati dan riwayat persalinan dengan OD dan vakum ekstraksi
3. Menganjurkan
ibu hamil untuk ANC secara teratur
-
Kontrol ulang 2 minggu setelah kontrol
terakhir
4. Menganjurkan
ibu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya
-
Makan makanan yang bergizi lengkap
6. EVALUASI
(Rabu, 10 September 2014 pukul 15.40)
S :
Ibu mengatakan sudah mengerti tentang
penjelasan yang diberikan
O : Ibu
dapat mengulangi semua penjelasan yang diberikan oleh petugas nakes
A :
Ny. N 31 tahun G2P1001 UK 30 minggu, tunggal, hidup, keadaan janin baik,
keadaan jalan lahir normal, dengan kehamilan
resiko tinggi
P : - Mengajarkan ibu senam hamil
- Melakukan kolaborasi dengan Dokter Sp.OG untuk rencana persalinan ibu
Mengetahui,
Bidan Pembimbing Mahasiswa
Daftar Pustaka
http://www.medicastore.com

Lucky Club Casino Site - Find Lucky Club Casino Review
BalasHapusLucky Club Casino Review 2021 luckyclub - 100% up to €100 + 100 FS Bonuses. Claim your Welcome Bonus now and play slots from the best providers on