Rabu, 10 Desember 2014

ASKEB KOMUNITAS

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS
PADA NY N 31 TAHUN G2P1001 UK 30 MINGGU DENGAN KSPR 10
 DI DESA ADAN-ADAN KECAMATAN GURAH
KABUPATEN KEDIRI













LANDASAN TEORI

1.      Pengertian Keluarga
Keluarga adalah kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat yang terkecil dan tidak selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan-ikatan lain, mereka hidup bersama dalam satu rumah dan di bawah asuhan kepala keluarga dan makan dari satu periuk (Subdit Perawatan Masyarakat Depkes RI, 1983, Effendy, 1995: 175).
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Effendy, 1995: 175).
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain, dan di dalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan (Bailon, 1989, Effendy, 1995: 175)

Dari ketiga batasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa keluarga adalah :
1.      Unit terkecil masyarakat
2.      Terdiri dari dua orang atau lebih
3.      Hidup dalam satu rumah tangga
4.      Dibawah asuhan kepala rumah tangga
5.      Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
6.      Setiap anggota keluarga menjalankan perannya masing-masing
7.      Menciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan
2.      Struktur Keluarga
Struktur keluarga menurut Effendy (1995: 33), diantaranya:
1.      Patrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2.      Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui garis ibu.
3.      Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4.      Patrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5.      Keluarga kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan suami / istri.
3.      Tipe Keluarga
Menurut Effendy (1995: 177) tipe keluarga adalah sebagai berikut :
1.      Keluarga inti (Nuclear Family)
Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak.
2.      Keluarga Besar (Extended Family)
Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi, dsb.
3.      Keluarga Berantai (Serial Family)
Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
4.      Keluarga duda/ janda (Single Family)
Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian / kematian.
5.      Keluarga berkomposisi (Composite)
Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
6.      Keluarga kabitas (Cohabitation)
Adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
4.      Tugas Keluarga
Menurut Effendy (1995:181) delapan tugas pokok keluarga adalah sebagai berikut :
1.      Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya
2.       Pemeliharaan tugas, sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
3.      Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukan masing-masing
4.      Sosialisasi antara anggota keluarga
5.      Pengaturan jumlah anggota keluarga
6.      Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
7.      Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas
8.      Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga
Freeman (1981) membagi 5 tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga yaitu :
1.      Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya.
2.      Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3.      Memberikan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda
4.      Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga.
5.      Mempertahankan kesehatan yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik akan fasilitas-fasilitas kesehatan.
Menurut Effendy (1995:181) delapan tugas pokok keluarga adalah sebagai berikut :
1.      Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya
2.      Pemeliharaan tugas, sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
3.       Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukan masing-masing
4.       Sosialisasi antara anggota keluarga
5.       Pengaturan jumlah anggota keluarga
6.      Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
7.      Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas
8.      Membangkitkan dorongan dan semangat para anggota keluarga
Freeman (1981) membagi 5 tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga yaitu :
1.      Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggotanya.
2.      Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
3.      Memberikan keperawatan kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda
4.      Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga.
5.      Mempertahankan kesehatan yang menunjukkan pemanfaatan dengan baik akan fasilitas-fasilitas kesehatan.


























LANDASAN TEORI

I.                   Kehamilan Resiko Tinggi
a.       Pengertian
Adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. (Manuaba, 1998)
Kehamilan resiko tinggi merupakan suatu kehamilan yang memiliki resiko besar dari kehamilan biasanya, baik ibu maupun janinnya bisa terjadi kematian sebelum dan sesudah persalinan. (http://www.medicastore.com)
b.      Faktor-faktor Penyebab
Yang termasuk ke dalam faktor penyebab terjadinya kehamilan resiko tinggi pada seorang ibu hamil adalah:
-          Faktor Non-medis :
Diantaranya adalah kemiskinan, ketidaktahuan, adat, tradisi, kepercayaan, status gizi buruk, status ekonomi rendah, kebersihan lingkungan, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara teratur, fasilitas dan sarana kesehatan yang serba kekurangan.
-          Faktor Medis
Meliputi penyakit-penyakit ibu dan janin, kelainan obstetrik, gangguan plasenta, gangguan tali pusat, komlokasi janin, penyakit neonatus, dan kelainan genetik.
c.       Kriteria Kehamilan Resiko Tinggi
Menurut Kartu Skor Puji Rohyati kehamilan resiko tinggi dibagi menjadi:
1.      Terlalu muda hamil I ≤16 Tahun
2.      Terlalu tua hamil I ≥35 Tahun
3.      Terlalu lambat hamil I kawin ≥4 Tahun
4.      Terlalu lama hamil lagi ≥10 Tahun
5.      Terlalu cepat hamil lagi ≤ 2 Tahun
6.      Terlalu banyak anak, 4 atau lebih
7.      Terlalu tua umur ≥ 35 Tahun
8.      Terlalu pendek ≥145 cm
9.      Pernah gagal kehamilan
10.  Pernah melahirkan dengan
a.       terikan tang/vakum
b.      uri dirogoh
c.       diberi infus/transfusi
d.      Pernah operasi sesar
11.  Penyakit pada ibu hamil
a.       Kurang Darah
b.      Malaria
c.       TBC Paru
d.      Payah Jantung
e.       Kencing Manis (Diabetes)
f.       Penyakit Menular Seksual
12.  Bengkak pada muka / tungkai dan tekanan darah tinggi.
13.  Hamil kembar
14.  Hydramnion/kembar air
15.  Bayi mati dalam kandungan
16.  Kehamilan lebih bulan
17.  Letak sungsang
18.  Letak Lintang
19.  Perdarahan dalam kehamilan ini
20.  Preeklampsia/kejang-kejang
II.                Persalinan dengan Vakum Ekstraksi
a.       Pengertian
Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan, janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vacum) di kepalanya. (Kapita Selekta Kedoteran Jilid 1)
Vakum ekstraksi adalah suatu persalinan buatan dengan prinsip antara kepala janin dan alat penarik mengikuti gerakan alat vakum ekstraktor. (Sarwono, Ilmu Kebidanan)
            Vakum ekstraksi adalah tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengejan ibu dan ekstraksi pada bayi. (Maternal dan Neonatal)
b.      Indikasi
Indikasi dapat dilakukan vakum ekstraksi yaitu apabila :
a.       Indikasi Ibu:
-          Power ibu menurun
Ditandai dengan frekuensi his semakin menurun, nadi cepat di atas 100x/menit, nafas cepat > 40x/menit.
-          Decom tingkat 1
Ditandai dengan sesak nafas yang dialami ibu setelah mengejan.
-          Tekanan darah naik
Ditandai dengan ibu pusing, dan kenaikan tekanan sistole dan diastole.
-          Tidak kuat mengejan
Ditandai  dengan penurunan kepala janin yang statis, saat ibu mengejan dua kali kepala janin tidak mengalami penurunan.
-          Adanya kenaikan suhu
Ditandai dengan kenaikan suhu yang lebih dari normal > 37,5 derajat celcius.
b.      Indikasi Janin:
Gawat janin yang ditandai dengan meningkatnya DJJ >160x/menit
c.       Indikasi waktu :
Kala II memanjang yang ditandai dengan persalinan kala II > 2 jam pada primigravida, dan persalinan kala II > 1 jam pada multigravida.
c.       Kontraindikasi
-          Pada ibu :
Ibu yang menderita ruptur uteri, ibu yang tidak boleh mengejan, serta ibu yang menderita CPD.
-          Pada janin
Terdapat malpresentasi kepala janin (dahi, muka, bokong, puncak kepala), bayi prematur
d.      Syarat-syarat
Adapun syarat-syarat dilakukan vakum ekstraksi yaitu :
-          Pembukaan lengkap atau hampir lengkap
-          Janin cukup bulan/tidak prematur
-          Ibu tidak mengalami kesempitan panggul (disproporsi sefalo pelvik)
-          Janin masih hidup
-          Penurunan HIII atau sudah berada di dasar panggul
-          Kontraksi baik
-          Ibu kooperatif dan masih mampu mengejan
-          Ketuban sudah pecah atau dipecahkan
III.             Kesempitan Panggul Relatif
Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit, janin yang besar ataupun kombinasi keduanya.
Disproporsi sefalopelvik dapat berupa absolut atau relatif. Disproporsi sefalopelvik absolut apabila janin sama sekali tidak akan dengan selama dapat melewati jalan lahir. perbedaan antara kepala janin dengan panggul ibu sedemikian rupa sehingga menghalangi terjadinya persalinan per vaginam dalam kondisi optimal sekalipun.
Disproporsi sefalopelvik relatif terjadi apabila faktor-faktor lain ikut berpengaruh. Dapat diakibatkan oleh besar janin, kelainan letak, kelainan posisi atau kelainan defleksi sedemikian rupa sehingga menghalangi persalinan per vaginam.
Di antara faktor-faktor tersebut di atas yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul, karena itu ukuran tersebut sering menjadi dasar untuk meramalkan jalannya persalinan.
-    Kesempitan panggul absolut
Memiliki ukuran CV (Conjugata Vera) < 8,5 cm. Persalinan dilakukan secara SC primer.
-    Kesempitan panggul relatif
Memiliki ukuran CV antara 8,5 sampai dengan 10 cm. Hasil persalinannya tergantung oleh beberapa faktor, yaitu :
a.       Riwayat persalinan yang lampau
b.      Besarnya, presentasi, dan posisi anak
c.       Pecahnya ketuban sebelum waktunya memburukkan prognosa
d.      His yang adekuat
e.       Lancarnya pembukaan
f.       Infeksi intrapartum
g.      Bentuk panggul dan derajat kesempitannya
Karena banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul sempit relatif, maka dilakukan persalinan percobaan.
























ASUHAN KEBIDANAN PADA KELURGA
3.1 PENDATAAN
Anamnesa dilakukan tanggal 10 September 2014                        Oleh Fajar Indah Rizqiani
Dusun Adan-adan Desa Adan-adan Kecamatan Gurah Kediri   Pukul15.00
A.    Struktur dan sifat keluarga
a.       Identitas Keluarga
Nama Kepala Keluarga           : Suyitno
Umur                                       : 32 tahun
Agama                                     : Islam
Suku/bangsa                            : Jawa/Indonesia
Pendidikan                              : SMA
Pekerjaan                                 : Swasta
Penghasilan                             : ± 500.000/bulan
Alamat                                                : Rt/Rw 01/01 Dsn Adan-adan

b.      Susunan Keluarga
No.
Nama Anggota Keluarga
Umur
Jenis Kelamin
Hub dengan KK
Pendidikan
Pekerjaan
Agama
Status
L
P
Kawin
Tidak kawin
1.




2.


3.
Suyitno




Ninik S.

M. Wildan
32 th



31 th

6 th
L







L





P
Kepala Keluarga


Istri


Anak
SMA




SMA


Belum tamat SD
Swasta




Swasta


-
Islam




Islam


Islam
Kawin



Kawin








Tidak Kawin

c.       Bentuk Keluarga                                             : Keluarga inti
d.      Pemegang kekuasaan dalam keluarga             : Kepala Keluarga
e.       Hubungan antar anggota keluarga                  : Harmonis
f.       Kegiatan hidup dalam sehari-hari                   : Kepala keluarga bekerja sebagai
  pekerja swasta

No
Nama anggota keluarga
Kebiasaan tidur
Kebiasaan makan
Penggunaan waktu senggang
1.



2.





3.
Suyitno



Ninik S.





M. Wildan
6-8 jam/hari setiap malam.


Tidur 6-8 jam/hari setiap malam, tidur siang sekitar 1-2 jam/hari


Tidur sekitar 8 jam/hari setiap malam, dan tidur siang sekita 1-2 jam namun tidak setiap hari
Makan 3x sehari dengan makan pokok beras, lauk, sayur
Makan 3x sehari dengan makan pokok beras, lauk, sayur


Makan 3x sehari dengan makanan pokok beras, lauk, sayur
Tidur



Waktu senggang digunakan untuk nonton TV, tidur, berkunjung ke rumah tetangga

Waktu senggang untuk bermain dengan teman, mengerjakan PR, dan belajar

B.     Sosial Budaya dan Ekonomi Keluarga
No
Nama anggota keluarga
Pekerjaan
Penghasilan
Peran dalam keluarga
1.


2.


3.
Suyitno

Ninik S.

M. Wildan
Swasta

Swasta

-
± Rp 500.000/bulan
-

-
Pencari nafkah

Istri

Anak


C.     Lingkungan
a.       Keadaan rumah                 : Rumah permanen, tembok, lantai cukup bersih
b.      Sumber air minum             : Sumur gali
c.       Pembuangan sampah         : Kubangan dan dibakar
d.      Pembuangan tinja              : WC jongkok
e.       Kandang ternak                : Tidak ada

D.    Keadaan Kesehatan Keluarga
No.
Nama Anggota Keluarga
Riwayat kesehatan
Keadaan gizi
KB
Imunisasi
Riwayat persalinan
1.
2.

3.
Suyitno
Ninik S.

M. Wildan
Sehat
Sehat

Sehat
Cukup
Cukup

Cukup
-
-

-
-
-

Lengkap
-
Vakum ekstraksi
-



E.     Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan
-          Memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas apabila ada anggota keluarga yang sakit
-          Memeriksakan kehamilan ke BPS

F.      Program Kesehatan Ibu dan Anak
-          Keikutsertaan posyandu










ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL

1.      PENGKAJIAN
1.1  Pengkajian Data
1.1.1        Identitas klien
Nama klien            : Ninik S                      Nama suami    : Suyitno
Umur                     : 31 th                          Umur               : 32 th
Suku/bangsa          : Jawa/Indonesia         Suku/bangsa    : Jawa/Indonesia
Pekerjaan               : Swasta                       Pekerjaan         : Swasta
Penghasilan           : -                                 Penghasilan     : ± 500.000/bulan
Pendidikan            : SMA                         Pendidikan      : SMA
Alamat                  : Rt/Rw 01/01             Alamat            : Rt/Rw 01/01 Dsn
                                Dsn Adan-adan                                   Adan-adan
1.1.2        Keluhan utama
Ibu mengatakan tidak ada keluhan
1.1.3        Riwayat menstruasi
Menarche              : 12 tahun
Siklus haid                        : 28 hari           (teratur/tidak teratur)
Lama                     : 5-7 hari
Banyak darah        : 3-5 x ganti pembalut
Konsistensi            : Cair
Warna                    : Merah darah
Disminorea            : Ya                 (sebelum/selama/sesudah haid)
Flour albus            : Tidak
                               Warna : -        Bau : -             Gatal : -
HPHT                    : 7 – 02 – 2014
TP                          : 14 – 11 – 2014
1.1.4        Status perkawinan
Kawin                   : Kawin
Lama kawin          : 8 tahun
1.1.5        Riwayat kehamilan, persalianan, dan nifas yang lalu


No
Tempat
Persalinan
Nifas
Anak
KB
KET
Umur
Penyulit
Penol
Jenis
Tmpt
Penyul
Penyul
JK
TB/BB
Menyusui
H/M
1.




2.
9 bulan


Hamil ini
Tidak ada
dokter
Vakum ekstraksi
OD
RS
CPD Relatif
Tidak ada
L
50/ 2,7
Ya
H
Suntik
2 th

1.1.6        Riwayat kehamilan sekarang
-          Hamil yang ke 2 dengan usia kehamilan 7 bulan
-          Gerak janin aktif
-          Imunisasi TT T2 di Bidan       tanggal           
-          Keluhan yang dirasakan saat hamil :
TM I                : Mual dan muntah
TM II              : Tidak ada
TM III             : Tidak ada
1.1.7        Riwayat KB
KB Suntik
1.1.8        Riwayat kesehatan keluarga
Keturunan kembar                        : Tidak ada
Penyakit keturunan           : Tidak ada
Penyakit keturunan dalam keluarga : Tidak ada
1.1.9        Riwayat kesehatan yang lalu
Penyakit menahun             : Tidak ada
Penyakit menurun             : Tidak ada
Penyakit menular              : Tidak ada
1.1.10    Keadaan psikososial dan dukungan keluarga
-          Kehamilan ini diharapkan/tidak : Ibu ingin menambah jumlah anak
-          Harapan                       : Perempuan
-          Penolong                     : Dokter
1.1.11    Pola kebiasaan sehari-hari
a.       Pola nutrisi
Sebelum hamil : 3x sehari porsi sedang (nasi, sayur, lauk)
Selama hamil               : 3x sehari porsi sedang (nasi, sayur, lauk)
Masalah                       : Ibu mengatakan tidak ada masalah
b.      Pola eliminasi
Sebelum hamil : 3x sehari
Selama hamil               : 5-6x sehari
Masalah                       : Ibu mengatakan tidak ada masalah
c.       Pola istirahat tidur
Sebelum hamil : siang : -                      malam  : 5-6 jam
Selama hamil               : siang : 1-2 jam           malam  : 6-7 jam
Masalah                       : Ibu mengatakan tidak ada masalah
d.      Pola seksualitas
Sebelum hamil : Tidak dikaji
Selama hamil               : Tidak dikaji
Masalah                       : Tidak dikaji
e.       Pola aktivitas              
Sebelum hamil : Bekerja, mengerjakan pekerjaan rumah tangga
  (memasak, menyapu, mencuci)
                                    Selama hamil               : Mengerjakan pekerjaan rumah tangga
                                                                           (memasak, menyapu, mencuci)
f.       Perilaku Kesehatan    
Penggunaan obat/jamu/rokok,dll sebelum hamil         : tidak pernah
Penggunaan obat/jamu/rokok,dll selama hamil           : obat, vit dari
  Bidan
Personal hygiene                     : Mandi 2x sehari, gosok gigi 2x/hari,
  keramas 3x/minggu, ganti pakaian tiap
  hari

1.2  Data Subyektif
1.2.1        Pemeriksaan umum
Kesadaran : Composmentis
TD             : 110/70 mmHg
S                : 36,0 C
N               : 88x menit
RR             : 24x menit
BB sebelum: 44 kg                        BB sekarang : 48 kg
TB             : 147 cm
LILA         : 23,5 cm
1.2.2        Pemeriksaan khusus
a.       Inspeksi
Kepala             : Bentuk kepala normal, rambut hitam, bersih
Muka               : Kelopak mata tidak oedema, conjunctiva normal
  berwarna  merah  muda, sklera normal berwarna putih
Mulut              : Bentuk mulut normal, bibir lembab, berwarna merah
  muda, lidah bersih
Gigi                 : Bersih, tidak ada karies
Hidung            : Bersih, tidak ada sekret
Telinga            : Simetris ka/ki, bersih, tidak ada serumen
Leher               : Tidak ada pembesaran vena jugularis, kelenjar tyroid,
  kelenjar getah bening
Dada               : Simetris ka/ki, ada pembesaran payudara,
  hiperpigmentasi pada areola, papilla menonjol,
  kebersihan baik, keluaran ka/ki
Perut                : Striae             : Ada
                          Linea             : Ada, linea nigra
Anogenetalia   : Tidak dikaji
Ekstremitas atas dan bawah : Atas dan bawah tidak oedema, tidak ada
varises, tidak ada kekakuan sendi
b.      Palpasi
Leher               : Tidak ada pembesaran vena jugularis, kelenjar tyroid,
  dan  kelenjar getah bening
Dada               : tidak ada benjolan tumor pada payudara, kolostrum
  belum keluar
Perut                : Tidak ada pembesaran lien/hepar
Leopold I        :  TFU : 3 jari di atas pusat
                                       Bagian fundus teraba bulat, lembek (bokong)
Leopold II       : Bagian kanan teraba keras, memanjang
  (punggung)
                                      Bagian kiri teraba bagian terkecil janin
Leopold III     : Bagian terendah teraba bulat, keras, melenting
  (presentasi kepala)
               Bagian terendah janin belum masuk PAP
Leopold IV     : Tidak dilakukan
Mc. Donald     : 26 cm
c.       Auskultasi
DJJ      : 142x/menit, kuat, frekuensi teratur, punctum maksimum
  punggung kanan (puka)
d.      Perkusi
Reflek patella ka(+)/ki (+)
1.2.3        Pemeriksaan dalam
Tidak dilakukan
1.2.4        Pemeriksaan penunjang
a.       Darah : Hb      :
Golda  :
b.      Urin     :


2.      ANALISA DATA
-          Masalah yang muncul
Ny. N 31 tahun G2P1001 UK 30 minggu, tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan jalan lahir normal, dengan KSPR 10
-          Faktor penyebab
Ibu hamil dengan riwayat persalinan pemberian oksitosin drip dan vakum ekstraksi
3.      RUMUSAN MASALAH
Hasil analisa data ditemukan masalah            :
Ny. N 31 tahun G2P1001 UK 30 minggu, tunggal, hidup, keadaan janin baik, keadaan jalan lahir normal, dengan KSPR 30
Prioritas masalah         :
No.
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1.



2.



3.



4.
Sifat Masalah



Kemungkinan masalah dapat diatasi


Potensi Masalah



Menonjolnya Masalah






4.      PERENCANAAN DAN TINDAKAN
Masalah kesehatan
Masalah
Sasaran
Tujuan
Rencana
Ibu hamil dengan resiko tinggi
Ibu hamil dengan riwayat persalinan vakum ekstraksi
Ibu hamil
Setelah diberikan asuhan kebidanan  diharapkan kondisi ibu dan janin baik, serta persalinan ibu dapat berjalan normal.
1.      Bina hubungan baik dengan ibu dan keluarga
R/ : Dengan membina hubungan baik maka dapat menimbulkan rasa percaya sehingga memudahkan pemberian asuhan.
2.      Beritahukan kondisi ibu dan janin
R/ : Dengan memberitahukan kondisi ibu dan janin maka ibu dapat memahami dengan baik kondisinya serta janinnya.
3.      Beri penjelasan kepada ibu mengenai kehamilan resiko tinggi
R/ : Dengan memberi penjelasan pada ibu maka ibu dapat memahami tentang kehamilan beresiko tinggi
4.      Anjurkan ibu hamil untuk ANC secara teratur
R/ : Dengan melakukan ANC secara teratur dapat mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan
5.      Anjurkan ibu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.
R/ : Dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya maka kondisi ibu dan janin tetap baik
6.      Ajarkan ibu senam hamil
R/ : Dengan mengajarkan ibu senam hamil dapat melatih otot-otot yang berguna untuk persalinan serta menjaga kondisi ibu hamil tetap bugar
7.      Lakukan kolaborasi dengan dokter Sp.OG untuk rencana persalinan klien
R/ : Dengan melakukan kolaborasi maka persalinan ibu dapat berjalan dengan aman dan lancar


5.      IMPLEMENTASI (Rabu, 10 September 2014 pukul 15.30)
1.      Membina hubungan baik dengan ibu dan keluarga:
-          Menyapa ibu dengan ramah dan sopan
-          Mendengarkan keluhan ibu
2.      Memberi penjelasan kepada ibu mengenai kehamilan resiko tinggi
-          Menjelaskan pengertian kehamilan resiko tinggi
-          Menjelaskan kriteria kehamilan resiko tinggi
-          Menjelaskan tentang Kartu Skor Puji Rohyati dan riwayat persalinan dengan OD dan vakum ekstraksi
3.      Menganjurkan ibu hamil untuk ANC secara teratur
-          Kontrol ulang 2 minggu setelah kontrol terakhir
4.      Menganjurkan ibu untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya
-          Makan makanan yang bergizi lengkap

6.      EVALUASI (Rabu, 10 September 2014 pukul 15.40)
S          : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang  penjelasan yang diberikan
O         : Ibu dapat mengulangi semua penjelasan yang diberikan oleh petugas nakes
A         : Ny. N 31 tahun G2P1001 UK 30 minggu, tunggal, hidup, keadaan janin baik,
              keadaan jalan lahir normal, dengan kehamilan resiko tinggi
P          : - Mengajarkan ibu senam hamil
              - Melakukan kolaborasi dengan Dokter Sp.OG untuk rencana persalinan ibu


Mengetahui,

Bidan Pembimbing                                                                                         Mahasiswa










Daftar Pustaka

http://www.medicastore.com

1 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site - Find Lucky Club Casino Review
    Lucky Club Casino Review 2021 luckyclub - 100% up to €100 + 100 FS Bonuses. Claim your Welcome Bonus now and play slots from the best providers on

    BalasHapus

Copyright © 2014 Student of Midwife